Inilah Cerita Menarik Di Balik Nenek Moyang Kucing

521 views

Nenek Moyang Kucing, peliharahewan.com | Bagi anda para pecinta satwa, keberadaan kucing sebagai hewan piaraan mungkin sudah sangat familiar. Binatang lucu nan menggemaskan ini kerap dijadikan teman dalam menghabiskan waktu senggang.

Tingkahnya yang konyol acapkali membuat orang betah berlama-lama untuk bermain-main dengannya. Terlebih melihat perilakunya yang aktif dan sangat manja, wah tentu Anda sudah tidak sabar ingin menjadikannya sebagai binatang piaraan bukan?.

Nenek Moyang KucingNamun tahukah anda jika kucing telah mengalami revolusi sejak beberapa ratus tahun yang lalu? Spesiesnya yang terdiri dari beraneka ragam ternyata awalnya berasal dari satu induk yang sama. Memang tidak banyak orang mengetahui info seputar nenek moyang kucing ini. padahal, pengetahuan ini sangat menarik dan informatif untuk digali.

Para peneliti dan pihak terkait pun tak henti untuk terus melakukan pengamatan mengenai asal-usul binatang karnivora ini. Mulai dari referensi berupa buku, fosil, hingga gambar-gambar yang ditinggalkan oleh manusia pada jaman dahulu menjadi satu bukti yang kokoh dan kuat bahwa kucing memang sudah ada jauh sebelum masehi.

Researcher percaya bahwa nenek moyang kucing yang sebenarnya adalah miacis. Binatang liar yang menyerupai musang dan hidup pada masa Eocene, kira-kira 50.000.000 tahun silam. Kucing sebagai hewan pemakan daging ini juga diproteksi oleh undang-undang.

Pernyataan mengenai mucis yang disebut sebagai induk awal dari kucing didasarkan pada penemuan situs kuburan pada tahun 1800-an yang berisi 300.000 mumi kucing yang semuanya masih utuh. Fakta ini menunjukkan bahwa dahulunya kucing merupakan hewan yang spesial.

Catatan lain berkaitan dengan domestikasi kucing ini juga dijumpai di tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing ditugaskan untuk menjaga bahan pangan dari serangan tikus. Namun akhir-akhir ini pembuktian ditunjukkan oleh sebuah makam di Siprus yang membongkar sisi menarik bahwa dalam pemakaman tersebut kucing dikuburkan bersama manusia.

Ini semakin memperkuat dugaan bahwa kucing dan manusia sudah menjalin hubungan yang tidak terpisahkan dari dulu. Nenek moyang kucing ini mirip dengan kucing liar atau rumahan.

Orang Mesir kuno beranggapan bahwa kucing merupakan hewan suci jelmaan Dewi Bast. Hukuman untuk orang yang membunuh kucing adalah mati. Dan jika kucing itu mati maka akan dimumikan sebagaimana halnya dengan manusia. Beralih ke abad pertengahan, kucing sering dikaitkan dengan penyihir sehingga ia sering dibunuh, dibakar, bahkan dilemarkan dari ketinggian. Inilah yang memicu black death menyebar di Eropa pada abad ke-14. Penyakit ini membuat Paus melontarkan anggapan bahwa kucing telah bersekutu dengan setan.

Menurunnya jumlah kucing telah menyebabkan populasi tikut melejit, padahal tikus adalah pembawa pes. Mindset bahwa kucing pembawa sial, penyebar sihir, hingga keberuntungan nyatanya masih tertanam di pikiran masyarakat. Penganut wicca dan neopaganisme mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik dan mampu berhubungan dengan manusia serta merasakan adanya roh jahat.

Kembali ke nenek moyang kucing yakni miasis. Ilmuwan yakin bahwa kucing, anjing, dan beruang merupakan keturunan Miacid. Miacis sendiri merupakan karnivora pertama yang bisa beradaptasi dengan lingkungannya dalam waktu yang cepat sehingga tulang dan sendinya sama dengan karnivora modern.

Miacis mungkin saja adalah predator lincah yang memburu binatang kecil seperti mamalia, reptil, dan burung. Di sisi lain tak menutup kemungkinan jika ia menyantap buah-buahan yang menjadikan Miacis sebagai omnivora. Hebatnya binatang yang dikabarkan punah 63 juta tahun yang lalu ini masih meninggalkan tulang-belulang di Eropa dan Amerika Utara.

Miacis juga diduga sebagai nenek moyang racoon. Bercakar lima, dan berukuran sebesar musang weasel.

Bulan Agustus 2008 tim peneliti kandungan minyak Venezuelaa berhasil menemukan fosil kucing raksasa bertaring tajam di wilayah Caracas. Dari situ mulai dikembangkan uji coba maupun ekperimen lain yang bisa memperjelas spekulasi ini. para ilmuwan dari berbagai belahan dunia sengaja bergabung untuk mencapai tujuan dan berita yang konkrit mengenai nenek moyang kucing ini.

Smilodon, spesies kucing terbesar ini adalah predator prasejarah paling terkenal dan paling tangguh. Setidaknya ada tiga spesies hidup di Utara dan Amerika Selatan. Smilodon populator dapat tumbuh hingga bobot 300 kg dan rata-rata 500 kg ketika dewasa. Meski ia tidak selincah kucing pada umumya.

Kekuatan yang menjadi ciri khasnya dengan kaki dan leher yang tebal serta kuku yang bisa ia gunakan untuk merengkuh mangsanya. Taringnya bahkan bisa memanjang hingga 30 cm dan berpotensi mengakibatkan cidera yang fatal.

Baca Juga = Jenis Kucing Hias

Baca Juga = Harga Kucing Maine Coon

Nama Xenosmilus sebagai nenek moyang kucing juga menjadi populer. Ia bertaring pendek, tebal, namun cukup tajam. Giginya tersusun atas gigi taring dan mempunyai tepi bergerigi untuk memotong daging. Serupa dengan gigi hiu atau dinosaurus karnivora. Dengan berat 180-230 kg, Xenosmilus tidak mencekik mangsanya melainkan menggigit sepotong besar daging dari korban dan menunggu mangsanya kehabisan darah.

Itulah sekilas info nenek moyang kucing. Semoga bermanfaat dan menginspirasi Anda.

Incoming search terms:

  • nenek moyang kucing
  • cerita manusia menjadi kucing persia
  • Cerita menarik
  • cerita nenek liar
  • ciri kucing persia pembawa sial
  • Foto cerita itil wanita dijilat2 kucing piaraan
  • Itil kucing
  • Kucing adalah nenek moyang
  • spekulasi bisnis ternak kucing

Tags: #asal usul kucing #cerita nenek moyang kucing #Nenek Moyang Kucing